Syarat utama menjalani profesi agen properti adalah ulet, jujur, dan pantang menyerah. Tentunya jika Anda punya latar belakang di bidang pemasaran, akan membantu juga. Selanjutnya, Anda bisa mempelajari seluk-beluk properti sembari memulai karier di bidang ini.

  1. Prospek Karier Agen Properti

Sebelum kita bahas lebih lanjut syarat-syarat menjadi agen properti, atau yang dikenal juga sebagai broker properti, ada baiknya kita cari tahu dulu seperti apa prospek kerja seorang agen properti? Gaji pokok seorang agen properti bisa kurang lebih sama dengan profesi di bidang marketing lainnya, tapi yang membedakan adalah komisi yang diterima. Agen properti sudah pasti menerima komisi penjualan atas setiap transaksi yang berhasil dilakukan.

  1. Komisi Agen Properti

Seorang agen properti bekerja sebagai perantara penjual properti dan calon pembeli, karena itu, adalah hal yang wajar bagi seorang agen properti untuk mendapatkan komisi dari setiap kesuksesan transaksi. Kementerian Perdagangan telah menetapkan jumlah besaran komisi tersebut, yang dituangkan dalam Permendag No 51 tahun 2017 tentang P4 yaitu Perusahaan Perantara Perdagangan Properti. Pada pasal 12, disebutkan bahwa komisi yang berhak diterima seorang agen properti adalah sebesar 2 hingga 5% dari nilai transaksi.

Meski demikian, jumlah atau persentase komisi itu sendiri dapat berbeda-beda, tergantung pada beberapa pertimbangan berikut ini:

  • Apakah Anda adalah seorang agen properti lepas (freelance) atau bekerja di bawah perusahaan. Jika Anda bekerja untuk suatu perusahaan pemasaran properti, berarti Anda juga harus membagi komisi dengan perusahaan tersebut.
  • Apakah Anda memiliki lisensi sebagai agen properti. Tentunya agen properti yang berlisensi memiliki pengalaman dan skill yang lebih tinggi sehingga komisi atas jasanya pun dapat lebih tinggi;
  • Apa saja lingkup jasa Anda dalam proses penjualan, apakah hanya menghubungkan penjual dengan pembeli, atau menyediakan paket lengkap mulai dari promosi, pengumpulan informasi, konsultasi, hingga transaksi; dan yang paling penting
  • Kesepakatan antara agen properti dengan pengguna jasa, juga dengan perusahaan yang menaunginya.
  1. Jenjang Karier Agen Properti

Ketika baru terjun ke industri pekerjaan ini, Anda akan menjadi broker properti junior. Seiring bertambahnya pengalaman dan kemampuan, Anda bisa naik ke jenjang agen properti senior, hingga menjadi manajer pemasaran di perusahaan real estate itu sendiri. Sebagai manajer, Anda akan mengatur pekerjaan agen-agen properti di bawah Anda.

Selain itu, dengan banyak pengetahuan yang Anda dapatkan ketika menjalani karier sebagai agen properti, bukan tidak mungkin untuk merambah ke karier lain, seperti juru taksir (appraisal), manajer properti, atau bahkan pengacara real estate.

  1. Cara Menjual Rumah yang Efektif

Meskipun banyak yang memilih menjual rumah sendiri tanpa mencari bantuan profesional, namun fakta membuktikan bahwa agen properti dapat memainkan peran penting dalam penjualan rumah secara cepat. Mereka menggunakan database yang luas, kontak dan alat-alat yang efektif untuk mencari pembeli terbaik dan mempercepat proses penjualan.

Kebanyakan masyarakat modern saat ini lebih sering menggunakan listing properti online untuk mencari rumah idaman, jadi seorang agen properti juga harus up to date dengan tren dan pasaran.

  1. Langkah Menjadi Agen Properti Sukses

Ketekunan dan kemampuan pemasaran tentunya jadi modal awal yang paling penting untuk memulai karier di bidang properti. Tapi, bagi pemula ada beberapa hal yang perlu diketahui sebelum terjun ke dalamnya. Setelah menjadi seorang agen properti pun, masih ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kemampuan.

Kebanyakan masyarakat modern saat ini lebih sering menggunakan listing properti online untuk mencari rumah idaman, jadi seorang agen properti juga harus up to date dengan tren dan pasaran. Nah, beberapa poin ini akan membantu Anda sebagai langkah awal menjadi agen properti dan mendorong kesuksesan di masa mendatang.

  1. Dapatkan Izin

Sejak akhir tahun 2015 lalu, AREBI (Asosiasi Real Estate Broker Indonesia) terus menggiatkan lisensi bagi para agen properti melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Broker Properti.

Dengan memiliki sertifikat/lisensi, maka agen properti dianggap sudah memiliki kemampuan menjalankan pekerjaan sebagai broker. Ada tiga jenis skema sertifikasi profesi yang diselenggarakan, yakni Broker Properti, Manajemen Broker Properti, dan Manajemen Properti dan Investasi. Masing-masing memiliki persyaratan dan proses yang berbeda-beda. Cermati masing-masing skema di website resmi LSP Broker Properti.

Anda juga bisa datang langsung ke Sekretariat LSP Broker Properti di  Jl Jambu No. 2, Menteng, Jakarta Pusat (Telp: 021-3909913). Untuk broker di luar Jakarta dan Pulau Jawa, juga dapat mengajukan sertifikasi secara kolektif.

Keberadaan aturan ini dianggap penting mengingat Indonesia telah membuka peluang untuk Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Dengan diberlakukan MEA, broker properti asing akan mudah masuk ke Indonesia, sehingga persaingan antar broker pun akan semakin ketat.

  1. Cari Kantor Agen Properti

Langkah yang kedua ini sebenarnya adalah opsi. Anda bisa memilih antara menjadi agen properti perorangan/individual atau tergabung dalam sebuah badan usaha. Bila memilih opsi kedua, maka carilah perusahaan agen properti yang memiliki reputasi bagus dan terpercaya. Cara mudahnya adalah dengan memeriksa kredibilitas perusahaan tersebut melalui ulasan di media sosial atau blog.

Anda bisa juga meminta saran dari kerabat yang memahami seluk beluk sejumlah agen pemasaran properti. Lalu, lihat apakah kantor broker tersebut tengah membuka lowongan untuk sales. Saat sudah menemukannya, ini waktunya Anda untuk mengajukan lamaran. Beruntung bila Anda diberi kesempatan untuk walk-in interview, karena Anda bisa langsung bertanya seputar profil perusahaan.

Keuntungan menjadi bagian dari agensi properti adalah Anda bisa mendapatkan bimbingan dari senior dan database klien yang bisa Anda kembangkan sendiri.

  1. Siapkan Anggaran

Anggaran ini dibutuhkan untuk mempersiapkan diri. Minimal dibutuhkan dana awal sekitar Rp1 juta untuk membuat kartu nama, menjadi member berbayar di website properti terdepan, atau mungkin mendaftar sebagai anggota di portal AgentNet.

Belum lagi untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas, Anda sebaiknya mengikuti berbagai kursus atau seminar yang mengupas tuntas dunia properti. Meski harus mengeluarkan sejumlah uang, akan tetapi informasi yang didapat mampu memperkaya diri sekaligus modal berjualan.

  1. Membangun Relasi dan Portofolio

Metode terbaik untuk membangun portofolio ada dua: mencari mentor dan menggunakan jaringan pribadi. Barbara Kennon, dari National Association of Realtors, mengungkapkan bahwa menemukan mentor yang tepat sangat perlu khususnya bagi agen properti pemula.

Mereka tentu mampu memandu Anda dalam melakukan proses jual beli properti hingga cara cepat mendapatkan klien. Sedangkan metode yang kedua bisa dilakukan dengan cara memanfaatkan orang terdekat Anda. Hubungi kerabat yang tengah berencana menjual rumah, tanah, atau apartemennya, dan tawarkan mereka untuk menggunakan jasa Anda sebagai agen properti.

  1. Aktif di Media Sosial

Langkah berikut ini tentu tak membutuhkan modal besar, hanya memerlukan kuota internet di ponsel pintar Anda. Jejaring sosial yang bisa digunakan untuk memasarkan listing properti Anda meliputi Facebook, Twitter, atau bahkan Path. Manfaatkan pertemanan Anda di media sosial untuk menjangkau lebih banyak orang.

  1. Perluas Pengetahuan

Sebagai agen properti, terkadang Anda juga dituntut untuk menjadi konsultan bagi calon pembeli. Karena itulah, penting untuk menggali pengetahuan sebanyak-banyaknya agar Anda juga bisa memberikan informasi yang tepat dan lengkap untuk klien. Dengan ilmu, tentunya Anda juga menjadi lebih percaya diri dalam menghadapi berbagai isu yang dapat muncul dalam pekerjaan, selalu up to date dengan tren terbaru, dan paling penting membuka kesempatan ke jenjang karier yang lebih tinggi.

Ada banyak cara untuk melakukannya. Cari seminar dan workshop dengan topik yang ingin Anda dalami. Jika perusahaan Anda menyediakan kursus untuk agen properti di bawah naungannya, itu lebih bagus lagi. Bacalah buku-buku dari tokoh-tokoh inspiratif di bidang properti, seperti The Millionaire Real Estate Agent karya Gary Keller atau The King of Property: 36 Secrets of Powerful Closing karya Ir. Eddie Muljawan Soetedjo CPA. Perbanyak diskusi dengan senior-senior Anda. Tak kalah penting, tingkatkan jam terbang karena pengalaman adalah guru terbaik.

  1. Bangun Citra yang Profesional

Sebagai broker properti, Anda akan bertemu banyak orang, sehingga citra yang profesional sangatlah penting. Citra yang bagus akan menjadi modal bagi Anda untuk mendapatkan lebih banyak klien. Dilansir dari investopedia.com, berikut ini beberapa hal yang perlu Anda perhatikan untuk membangun image Anda:

  • Penampilan yang rapi. Rambut, pakaian, aksesori atau make up yang pantas dan tidak berlebihan. Hindari parfum yang menyengat atau pakaian yang terlalu terbuka.
  • Dalam meeting tatap muka, lakukan kontak mata dan gestur tubuh yang positif. Bersikaplah ramah dan penuh perhatian.
  • Materi pemasaran dan periklanan yang berkualitas, mulai dari foto properti yang akurat, teks yang menarik dan bebas kesalahan.
  • Saat bicara melalui telepon, pastikan Anda terdengar jelas dan sopan.
  • Bangun tampilan website serta media sosial yang menarik dan informatif.
  • Dalam komunikasi tertulis, seperti surat, email, atau chat, harus dibuat dengan sebaik mungkin dengan menghindari kesalahan eja atau penulisan.
  1. Bergabung dengan Asosiasi Agen Properti

Di Indonesia sudah ada AREBI (Asosiasi Real Estate Broker Indonesia) yang menaungi lebih dari 500 perusahaan broker real estate. AREBI sudah berdiri sejak 1992 dan menjadi garda depan yang memastikan perusahaan properti Indonesia mengikuti kode etik yang telah ditentukan dan menjalankan usaha dengan jujur.

Sebagai anggota asosiasi atau perusahaan yang bergabung dengan asosiasi ini, tentunya akan meningkatkan kredibilitas Anda sebagai agen properti dan membantu branding Anda di hadapan klien.

 

sumber :https://www.rumah.com/panduan-properti/agen-properti-30683